Kamis, 03 Maret 2011

Mengapa Sepeda Lebih Disukai Dibandingkan Mobil ?

Akhir-akhir ini saya sering melihat begitu banyak populasi manusia yang rame-rame sepedaan di jalan. Asyik ya kayaknya ? Saya mau ikutan gitu juga sih sama teman-teman, tapi sayangnya seorang Louisa Gusni Maygrecia ini tidak mempunyai sepeda ;( sedih oh sedih.. Sepeda yang ada di rumah hanyalah sepeda berwarna pink milik adik saya tercinta, sepeda yang berwarna pink manis tersebut lengkap dengan rem, rantai, ban, serta keranjangnya. Paling kalau saya sepedaan pakai itu hanya di sekeliling komplek rumah saja.

Nah, kembali ke topik awal. mengapa sepeda lebih disukai dibandingkan mobil ? Padahal mobil kan lebih mewah, ada ACnya pula, duduknya bisa sambil bersandar, bisa menonton TV, terhindar dari sengatan langsung dari matahari. Ah enaklah pokoknya. Tapi dibalik semua kemewahan itu ternyata sepeda memang T.O.P.b.g.t dah ! Hal itu disebabkan karena :

1. Sepeda lebih murah harganya dibanding sebuah mobil yang walaupun, kelengkapannya jauh lebih lengkap mobil.

2. Sepeda lebih ramah lingkungan, karena tidak membuang gas sembarangan. Sedangkan mobil, gasnya dapat menjadi racun !

3. Mengayuh sepeda dapat menjadi olahraga ringan yang gampang dilakukan. Selain gampang, dapat membakar lemak pula. Ah, baagoooss. Sedangkan mobil, apakah mengendarai dapat disebut sebagai olahraga ?

4. Sepeda tidak menggunakan bahan bakar, jadi kita dapat menghemat uang. Tetapi, yang memerlukan bahan bakar adalah diri kita sendiri. Mengapa ? Karena pada saat mengayuh sepeda, tenaga atau energi kita berkurang, maka dari itu kita akan merasa kelelahan, dan saya sarankan uang yang dihemat tadi itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman untuk bahan bakar saat bersepeda :D

5. Sepeda lebih slim, lebih efisien jika digunakan dalam urusan selip menyelip di jalan yang sempit, dikarenakan bodynya yang ramping. Kalau mobil yaa -___- coba aja nyelip di jalanan sempit yang hanya selebar daun talas, paling mobilnya jadi mobil penyet..

6. Sepeda tidak memerlukan surat jalan seperti SIM, STNK, dan lain-lain. Kalau mobil tentu saja memerlukan semua itu. Maka dari itu, untuk pencegahan ditilang gunakanlah sepeda :D

7. Untuk anak-anak muda, remaja-remaja sekalian. Sepeda dapat menjadi sarana untuk ngumpul-ngumpul bareng teman, nongkrong bareng. Lebih terasa suasana asyiknya kalau bersepeda. Lebih berasa jadi anak muda kalau bersepeda. Apalagi model -model sepeda yang sudah modern sekarang, bukan lagi sepeda kumbang seperti jaman dulu.

Jadi, bersepeda itu lebih banyak manfaatnya daripada mobil ! :D

Mengapa di Negara Asia Lebih Banyak Sepeda Motor Daripada Mobil ?

Di negara-negara Asia, terlihat lebih banyak yang menggunakan kendaran roda dua alias sepeda motor dibandingkan dengan mobil. Mengapa ? Menurut saya sendiri hal itu disebabkan :

1. Orang-orang di asia, khususnya asia tenggara kita Indonesia ini, kalau bawa sepeda motor saja seperti orang kerasukan.

Percaya atau tidak ? Di tempat saya ini, saya sudah membuktikannya. Mulai dari anak SD, SMP sampai yang sudah tua pun ! Dalam membawa motor jalannya slow motion, kadang jalanan yang lebar dikuasai sendiri (maruk oyy), mau nyebrang perempatan saja kepalanya tidak patah kanan patah kiri ? Langsung nyuusssss ! Heh :@ ! Dan kalau pengendara motor yang ugal-ugalan dan sembrono tersebut akhirnya tertabrak atau ditabrak oleh sebuah kendaraan beroda 4, maka saya yakin yang salah pasti lah pihak yang membawa mobil. Tidak peduli siapa yang salah, siapa yang benar, pastinya yang dimintai tanggung jawab adalah pihak yang membawa mobil, mulai dari pengobatan luka-luka, mengganti barang atau kendaraan yang rusak, hingga akhirnya menggunakan metode bertamu ke rumah dengan alasan bersilaturahmi, padahal datang untuk menceritakan keluh kesah kehidupannya yang susah (alibi untuk meminta bantuan berupa dana alias uang tunai yang harum). Bagaimana tega kita menolak ? Menolak untuk memberikan bantuan kepada orang yang telah kita tabrak (situasi di mata orang awam seperti itu) tentu akan membuat si korban ini makin besar kuasa, paling nanti dia akan berbicara yang macam-macam ! Ah, dunia ini penuh sandiwara.

Coba bayangkan, kalau bawa sepeda motor saja sudah begitu ? Bagaimana kalau membawa mobil ? Kacau.

2. Perbedaan harga yang sangat amat terlalu jauhnya tentu menjadi tolak ukur mengapa orang asia lebih memilih membeli sepeda motor dibandingkan mobil.

3. Orang di negara-negara asia masih memiliki berbagai macam kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Daripada uangnya dihabiskan hanya untuk membeli mobil, mungkin mereka berpikir lebih baik uangnya digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Sekian menurut saya :) terima kasih.

Percobaan Fisika (Hukum Archimedes dan Massa Jenis)

Hari ini, tanggal 3 maret 2011. Saya dan teman-teman Craxi Savier turun ke sekolah dalam suasana kaka kelas yang sedang tryout. Apa kita mau ikut TO juga ? Oh, jelas tidak :) kami akan melakukan percobaan yang berhubungan dengan Hukum Archimedes. Sebelum masuk ke dalam inti dari percobaan kami, saya akan membahas terlebih dahulu apa itu Hukum Archimedes.

Hukum Archimedes mengatakan bahwa " Jika suatu benda dicelupkan ke dalam suatu zat cair, maka benda itu pun mendapat tekanan ke atas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut."


Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur dalam air daripada di udara, karena dalam air, benda mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda memiliki berat yang sesungguhnya.

1. Terapung
Untuk dapat terapung, suatu benda dalam air harus mempunyai massa jenis lebih kecil daripada massa jenis air. Benda dikatakan terapung jika sebagian atau seluruh bagiannya berada di atas permukaan cairan. Saat benda diletakkan di dalam cairan, benda akan bergerak ke atas, sehingga gaya ke atas (Fa) lebih besar daripada gaya berat (w).

2. Melayang
Untuk dapat melayang, suatu benda dalam air harus mempunyai massa jenis yang sama dengan massa jenis air. Benda dikatakan melayang jika seluruh bagiannya berada di dalam cairan. Saat benda diletakkan di dalam cairan, benda tidak akan bergerak ke atas ataupun ke bawah (melayang) , sehingga gaya ke atas (Fa) sama dengan gaya berat (w).

3. Tenggelam
Untuk dapat tenggelam, suatu benda dalam air harus mempunyai massa jenis lebih besar daripada massa jenis air, maka benda akan mengalami gaya total ke bawah yang tidak sama dengan nol. Benda dikatakan tenggelam benda berada di dasar wadah atau tempat cairan. Saat benda diletakkan di dalam cairan, benda akan bergerak ke bawah sampai menyentuh dasar wadah cairan dan tetap berada di dasar, sehingga gaya ke atas (Fa) lebih kecil daripada gaya berat (w).

Pada percobaan kali ini, bahan yang kami pakai adalah :

Air, garam, gula, merica (dengan merek Ladaku), Vetsin (dengan merek Ajinomoto), gula jawa, asam kamal, minyak goreng (dengan merek NN alias no name, supaya lebih enak sebut saja minyak jelantah :D ), telur ayam mentah, telur itik rebus, sendok
alat dan bahan yang digunakan


Hasil percobaan kami adalah :

Jenis Air
Telur Ayam Mentah
Telur Itik Rebus
Air saja
Tenggelam
Tenggelam
Air + Garam
Melayang
Tenggelam
Air + Gula
Tenggelam
Tenggelam
Air + MSG (Vetsin)
Tenggelam
Tenggelam
Air + Merica
Tenggelam
Tenggelam
Air + Gula Jawa
Tenggelam
Tenggelam
Air + Asam Kamal
Tenggelam
Tenggelam
Air + Minyak Goreng
Tenggelam
Tenggelam


Fotonya :

air saja
air + garam
keadaan telur ayam mentah yang ada dalam air + garam

air + gula


air + vetsin
air + merica

air + gula jawa

air + asam kamal

air + minyak goreng
Kesimpulan dari hasil percobaan kami kali ini adalah :
Sesuai dengan Hukum Archimedes yang sudah saya jelaskan di atas, yaitu " Jika suatu benda dicelupkan ke dalam suatu zat cair, maka benda itu pun mendapat tekanan ke atas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut."
Tetapi ada pula pengaruh massa jenis dalam percobaan kali ini, terlihat saat percobaan dengan menggunakan air + garam, telur ayam yang mentah menjadi terapung. Adanya kadar garam dalam air, membuat suatu benda terapung di permukaan.

Macam - Macam Simbiosisme dan Contohnya

Simbiosis berasal dari bahasa Yunani sym yang berarti dengan, dan biosis yang berarti kehidupan. Jadi, simbiosis adalah interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan.

Simbiosis berupa pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut sebagai simbion.


Ada beberapa jenis simbiosis, yaitu :
1. Parasitisme, adalah dimana pihak yang satu mendapat keuntungan, sedangkan pihak yang lain dirugikan. Pihak yang diuntungkan mendapatkan makanan gratis dari inangnya (pihak yang dirugikan), sehingga keungkinan inangnya bisa mati lemas secara perlahan-lahan, sungguh kejam..
Contoh : tanaman benalu dengan inangnya, tanaman tali putri dengan inangnya, cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam perut manusia. Manusia yang disebut sebagai parasit di dalam lagu Gita Gutawa bisa juga dijadikan contoh :D hehe, tapi sayangnya, tadi sudah sijelaskan di atas bahwa simbiosis berupa pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis.

pergi kau ke ujung dunia
dehidrasi di Gurun Sahara
hilang di Segitiga Bermuda


pergi kau ke luar angkasa
hipotermia di Kutub Utara
hilang di Samudra Antartika


dan jangan kembali
parasit..
lalalalalalalaalalalalalala (teruskan sendiri yaa)


2. Mutualisme, adalah simbiosis yang menguntungkan kedua pihak.
Contoh :  ikan remora dan ikan hiu, bunga sepatu dan lebah, burung jalak dan kerbau, bunga dan kupu-kupu. Kalau antara bunga dan kupu-kupu atau lebah, kupu-kupu atau lebah tersebut menghisap sari bunganya, dan bunga terbantu juga proses perkembangbiakannya.

3. Komensalisme, adalah simbiosis dimana pihak yang satunya mendapat keuntungan, sedangkan pihak yang lainnya netral (tidak merasa dirugikan maupun diuntungkan).
Contoh : ikan badut dan anemon laut, tumbuhan pakis dan anggrek dengan tumbuhan inangnya.

4. Amensalisme, adalah simbiosis dimana pihak yang satunya dirugikan, sedangkan pihak yang lainnya netral.

5. Kompetisi, adalah dimana kedua pihak saling merugikan. Biasanya terjadi di dalam persaingan dalam memperebutkan pasangan, makanan, tempat tinggal, wilayah kekuasaan.

6. Netralisme, adalah simbiosis dimana kedua belah pihak tidak dirugikan ataupun tidak diutungkan (netral).

Untuk simbiosis nomor 4 dan 6 saya belum menemukan contohnya,mohon maaf ya. Jika teman-teman sekalian sudah menemukannya, harap share dengan saya ya :D berbagi dengan sesama itu pahala. Terima kasih.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Simbiosis

Mengapa Orang Miskin Banyak Memiliki Anak ?

Penduduk miskin yang memiliki banyak anak tentu sudah tidak asing lagi di negara kita tercinta ini. Penduduk miskin atau lebih halusnya kita menyebut penduduk yang tidak mampu. Mengapa penduduk yang tidak mampu tersebut mempunyai anak yang berlimpah ? Tidak seperti orang-orang yang lebih mampu, anaknya paling hanya 1, 2, atau 3. Hal inilah yang akan saya bahas dalam postingan blog berikut ini.

Menurut saya sendiri, yang menyebabkan penduduk yang tidak mampu memiliki anak yang suuuaangat banyak adalah :

1. Masih kolotnya pemikiran manusia jaman sekarang. Penduduk yang kurang mampu tersebut masih mempercayai berlakunya slogan banyak anak banyak rejeki.  Hah ! banyak anak justru hanya akan membuat hidup anda melarat. Keadaan banyak anak dalam keluarga kurang mampu tersebut tidak didukung dengan dana yang mencukupi, atau tidak adanya uang yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Anak-anak yang beragam umurnya pasti memiliki kebutuhan akan pengetahuan yang berbeda pula, ada yang baru mau masuk TK, masuk SD, SMP, SMA, bahkan mungkinkah untuk kuliah ?? Selain dana untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, mereka perlu juga membiayai kebutuhan sehari-harinya, seperti makan minum, kebutuhan akan pakaian, sabun mandi, sabun cuci, sabun bubuk, sabun colek pun sekalian ah. Pastinya dengan pekerjaan yang tidak mendukung untuk mendapatkan duit yang banyak, maka jadilah hidupnya sekarat, melarat.

2. Kurangnya pengetahuan akan program KB. Jaman dulu, rasanya program KB belum digalakkan seperti sekarang ini. keluarga yang kurang mampu pun tidak tau, apa manfaat atau guna dari program KB. Mungkin mereka berpikir pemerintah hanya membatasi kelahiran anak yang seharusnya merupakan titipan Tuhan yang sangat indah. Padahal tidak, tujuan pemerintah membatasi kelahiran anak adalah guna mengurangi kepadatan penduduk di negara tercinta ini. Cobalah pikir sodara-sodara yang tidak mampu. Kalau negara kita ini penuh hanya karena anak-anak anda yang bejibun, mau kemana kalian lari ? Mau kemana kita semua manusia ini lari ? Apa kita akan lari ke mars ? Atau ke planet nibiru :D ahaha.Tidak mungkin.


3. Orang yang tidak mampu tidak berpikir ke depannya akan resiko mempunyai anak yang begitu banyak. Berbeda dengan orang yang mampu / berkecukupan, mereka memikirkan dengan matang sebelum mempunyai anak. Seberapa banyak anak yang ingin dimiliki agar tidak menciptakan kerepotan, kesusahan untuk ke depannya nanti.


Itu adalah pendapat saya tentang mengapa orang yang tidak mampu mempunyai anak yang banyak. Terima kasih :)

Rabu, 02 Maret 2011

Asal Usul Nobel dan Mengapa Orang Indonesia 'jarang' Mendapatkan Nobel ?

Penghargaan nobel dapat diberikan kepada siapa saja, baik perorangan maupun organisasi yang dianggap meberikan sumbangan besar dibidang sains maupun sosial, yaitu bidang Kimia, Ekonomi, Sastra, Medis, Fisika, dan Perdamaian. Sumbangannya bisa berupa hasil riset, penemuan inovatif, atau kegiatan kemanusiaan. Penghargan ini diberikan pada bidang-bidang praktikal, bukan teoritikal, sehingga matematika tidak dimasukan sebagai bidang ilmu yang layak menerima Nobel. Penghargaan Nobel bisa dibilang juga sebagai status tertinggi para tokoh dunia.

Lahir dari keinginan penemu besar dinamit, Alfred Nobel (1833-1896). Dilatari penyesalan gara-gara dinamit penemuannya dipakai untuk senjata pemusnah. Menjelang ajal, kekayaannya dipakai untuk sebuah institusi yang bisa memacu terciptanya temuan serta ide gemilang yagn bermanfaat bagi dunia. Lalu didirikanna Nobel Foundation pada tahun 1901 dan diresmikan dengna memberikan penghargaan Nobel pertama kepada 6 orang tokoh.

Tiap tahun, acara pemberian Nobel ini digelar pada tangal 10 December yang bertepatan dengan tanggal wafatnya Alfred Nobel. Acara pemberian Nobel ini digelar di Stockholme Concert Hall, Swedia. Untuk penghargaan dibidang perdamaian, acara pemberian digelar di Oslo City Hall, Norwegia.

Pemilihan peraih Nobel tidak gampang, untuk menentukan siapa yang berhak meraih Nobel melibatkan 3000 orang. Orang-orang tersebut berasal dari Lembaga Pemerintahan, Mahkamah Internasional, para Rektor, para Guru Besar, lembaga-lembaga penelitian, penerima-penerima Nobel sebelumnya, dan anggota dari Nobel Foundation di seluruh dunia. Proses ini memakan waktu setahun.

Paket penghargaan Nobel diantaranya berupa medali emas, diploma, serta uang senilai 1,3 juta 
USDollar.
_________________________________________________________________________


Mengapa orang Indonesia 'jarang' mendapatkan hadiah atau penghargaan nobel ?

1. Indonesia belum berusaha sekeras mungkin untuk memberikan sumbangan yang berupa hasil riset yang luar biasa, kreatif, tidak plagiat, atau berupa penemuan yang bersifat inovatif, atau pun kegiatan kemanusiaan.

2. Indonesia masih sangat minim akan keberadaan orang-orang berpendidikan, yang dikarenakan masalah biaya. Padahal kan sudah ada dana BOS, tapi apa gunanya ada dana BOS, jika dari diri sendiri juga tidak ada niat untuk bersekolah, menuntut ilmu, punya pendidikan, pandangan yang luas.

3. Indonesia masih ketinggalan jaman. Yah, itu memang fakta yang nyata terlihat.

4. Ada segelintir orang-orang yang berprestasi di Indonesia tercinta ini, tapi orang-orang tersebut tidak dipandang dengan sepenuh hati, hanya dipandang ala kadarnya saja. yah paling-paling masuk koran alias surat kabar, dibanggakan namanya saat upacara sekolah, diwawancarai, dan lain sebagainya. Tetapi rasanya dan tampaknya tidak ada usaha khusus untuk membuat mereka terpandang di dunia, diakui statusnya oleh masyarakat luar sana yang meremehkan kita.

Ya, biar bagaimana pun Indonesia adalah tanah air yang kita cintai :) Semoga ke depannya Indonesia bisa mendapatkan hadiah atau penghargaan Nobel. Amin

Tingkatan dan Makna Sabuk (Obi) dalam Bidang Olahraga

Bela diri merupakan salah satu kesenian yang timbul sebagai salah satu cara untuk seseorang mempertahankan dirinya. Seni bela diri telah lama terwujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan lahan apabila peperangan telah berkurang dan penggunaan senjata modern telah mulai digunakan secara leluasa, maka seni bela diri mulai berkembang dikalangan mereka yang bukan anggota tentara, melainkan orang awam. Seni bela terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :


  1. Aikido
  2. Capoeira
  3. Gulat
  4. Hapkido
  5. Jiu Jitsu
  6. Jogo do pau
  7. Judo
  8. Kalaripayat
  9. Karate
  10. Kempo
  11. Kendo
  12. Kung fu
  13. Muay Thai
  14. NEST
  15. Silambam
  16. Silat
  17. Taekwondo
  18. Taido
  19. Tinju
  20. Tomoi
  21. Wing Tsun
  22. Wun-hup-kuen-do
  23. Wushu
  24. Thifan

Dari beberapa seni bela diri tersebut, yang akan saya bahas tingkatan sabuk (obi) nya adalah karate dan taekwondo.

Karate merupakan olahraga beladiri yang mempunyai ciri khas yang dapat dibedakan dari jenis olahraga beladiri lainnya seperti Silat, Judo, Kung Fu, Kempo dan beladiri lainnya. Perbedaan ini dapat dilihat baik secara filosofi, tehnik gerakan maupun atribut yang digunakan selama menjalani proses latihan, pertandingan serta pada saat pelaksanaan ujian kenaikan sabuk/ tingkat.

Dalam beladiri Karate warna sabuk (obi) dipergunakan untuk membedakan antara satu karateka dengan karateka lainnya. Sabuk yang dipergunakan oleh karateka dasar/pemula saat mulai berlatih Karate dimulai dari sabuk putih. Secara filosofis, perbedaan sabuk Karate ini untuk menunjukkan bahwa karateka harus menjunjung tinggi sikap saling menghomati satu sama lainnya. Karateka yang baru belajar atau pemula harus menghormati karateka yang sudah lebih tinggi sabuk yang diraihnya, meski secara umur lebih muda. Namun demikian karateka yang sudah meraih sabuk lebih tinggi dari yang lainnya, wajib untuk menghargai dan menghormati pula karateka yang baru belajar. Sikap ini sejalan dengan prinsip Karate yang dijelaskan oleh Gichin Funakoshi bahwa Karate diawali dan diakhiri oleh sikap menghormati dan saling menghargai.

Obi sebagai sistem pemeringkat menggunakan ukuran kyu (kadang berbeda antara satu perguruan dengan perguruan lainnya) yang merupakan bentuk representasi dari Karate dalam menunjukkan bahwa karateka harus berproses dalam semua tujuan yang diinginkan. Untuk menjadi sekedar sabuk hitam, harus mulai belajar dasar. Untuk mengejar nilai kebaikan melalui perolehan sabuk hitam, harus belajar dari dasar. Kecuali untuk tokoh yang memberikan kontribusi dan dukungan nyata terhadap Karate mereka bisa mendapat penghargaan sabuk hitam kehormatan. Dengan demikian, perbedaan sabuk ini selain sebagai pelajaran bagi karateka untuk terus belajar dan berproses dalam meraih tujuan, juga saling menghormati dan menghargai sesama karateka adalah kemutlakan untuk dijalani.
Sabuk Karate sendiri terdiri dari 6 warna sabuk yang diawali dari sabuk putihdan yang tinggi sabuk hitam. Arti dari warna sabuk tersebut yakni :

SABUK PUTIH:
melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh
senpai atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai Karate telah disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung jawab ada pada masing-masing individu.
SABUK KUNING:
melambangkan warna matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru” dimana dia telah mampu memahami semangat Karate, berkembang dalam karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk kuning juga merupakan tahapan
terakhir dari seorang “raw beginner” dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan ada juga yg mulai turun di suatu turnamen.
SABUK HIJAU:
Sabuk ini merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan teknik gerakan yang sudah
dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.
SABUK BIRU:
Warna sabuk ini melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan semangat
tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin.
SABUK COKLAT:
Warna sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari tingkatan kyu 2 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap, kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di
bawahnya, dan juga sikap melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.
SABUK HITAM :
Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya. Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar
dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka. (penggambaran Gichin Funakohsi).
Sebagian perguruan Karate di Indonesia, menggunakan sistem peringkat selain sabuk yakni kyu, ada beberapa perbedaan ketika sabuk biru (kyu 4) mengikuti ujian kenaikan sabuk coklat. Ada yang turun kyu dari kyu 4 menjadi kyu 3,5. Di perguruan lain ada yang langsung dari kyu 4 menjadi kyu 3. Dengan demikian, bagi sebagian perguruan Karate di Indonesia ada yang menerapkan ujian kenaikan sabuk coklat sebanyak 4 kali (2 tahun atau 4 semester) sampai mendapat kyu 1. Namun bagi sebagian yang lain, bisa hanya sampai 1,5 tahun atau 3 semester. Maka warna sabuk dalam Karate selain sebagai pembeda antara karateka yang baru belajar/pemula dengan yang sudah lama menekuni Karate, sabuk dipergunakan lebih luas dari itu yakni sebagai proses pendorong bagi karateka untuk terus giat belajar dan berlatih. Selain itu juga, bagaimana perbedaan sabuk ini justru menjadi dorongan bagi semua karateka untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Sedangkan untuk taekwondo, 
Tingkat pemula

1.Sabuk Putih 
sabuk putih di taekwondo melambangkan suatu kepolosan, tidak tahu apa-apa, dimana seorang siswa pada sabuk putih ini memulai belajar taekwondo dengan tidak tahu apa-apa. seseorang yang baru memulai belajar Taekwondo akan mendapatkan sabuk putih.

2.Sabuk Kuning
Sabuk kuning di dalam taekwondo melambangkan bumi, dimana seorang siswa pada sabuk ini mulai menciptakan dasar untuk dirinya sendiri dalam teknik-teknik taekwondo. siswa tersebut mulai mengembangkan sistem akar dalam di bumi dan seni telah mulai tumbuh.

Siswa Tingkat Menengah

3. Sabuk Hijau
Warna hijau menandakan pertumbuhan dan kemakmuran, seperti tanaman hijau karena mereka tumbuh di tanah. Setelah siswa telah membangun dasar yang kuat untuk dirinya sendiri, ia telah mulai berkembang dalam seni taekwondo.

4. Sabuk Biru
Biru merupakan warna langit, dan ikat pinggang ini adalah untuk mengingatkan siswa untuk meraih langit dan terus berkembang dalam seni sampai itu dikuasai.

5. Sabuk Merah
warna ini melambangkan dari bahaya dan dianggap sebagai peringatan bagi para siswa untuk mengendalikan keterampilan dan teknik yang baru ditemukan dengan kontrol dan kebijaksanaan.

6. Sabuk Hitam
Merupakan tingkatan yang paling puncak/ tingkat paling senior di dalam taekwondo, warna ini, mewakili kematangan dan martabat. Level ini berarti bahwa seorang siswa sepenuhnya siap dalam seni suci taekwondo.

Sumber :
 

Louisa Gusni Maygrecia Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template