Senin, 30 Agustus 2010

kelas fisika :)

Aku sekarang sudah kelas XI lhoo. Di kelas XI ini, pelajaran yang akan kupelajari ada yang berbeda dengan kelas X. Kalau dulu aku belajar Akuntansi, Ekonomi, Geografi, sekarang tidak lagi. Karena jurusannku ilmu alam, aku belajar dan bertemu lagi dengan Matematika, Kimia, Biologi, Fisika.
Hey :) ngomong – ngomong soal FISIKA, guru yang mengajar aku sekarang sama lho seperti waktu kelas X. PAK RUDY HILKYA. Aku mau bercerita sedikit tentang beliau. Pak Rudy itu (jujur saja) galak lho, tapi beliau marah jika kita ada salah saja, kalau tidak Bapak itu baiiiiikk sekali :) Setiap ada jadwal pelajaran fisika, aku pasti deg – degan -__________- aku tegang, kira – kira hari esok mau ngapain ya fisikanya ? Kalau sudah gak tenang gitu pasti cepat – cepat periksa LKS fisika, “semuanya udah pada diisi belum ya ?” kalau belum, tidurku gak tenang. Peralatan wajib yang dibawa kalau pelajaran fisika itu ada kalkulator, map yang isinya kumpulan LKS, bolpoin yang warna – warni, dan catatan pastinya. Gelagapan kalau barang – barang itu ketinggalan, apalagi yang map kumpulan LKS. Aduh mati, itu bagaikan nyawaku -_________-
Aku suka dengan cara mengajar Pak Rudy yang tegas, gak basa – basi, dan langsung menuju intinya. Pak Rudy berbeda dengan guru – guru lain, seringkali selama pelajaran di kelas lebih banyak menggunakan kemampuan berpikir otak yang sebelah kiri dibandingkan otak kanan. Tetapi Pak Rudy mencoba membangkitkan cara berpikir otak kanan dengan cara yang sederhana. Setiap sebelum dan sesudah pelajaran ada doa yang wajib dibacakan bersama – sama, dan ada juga puisi tentang Bunda yang sangat menggugah hati. Doa dan puisi itu menjadi landasan belajar kami, menjadi pengingat atas apa gunanya kami belajar, apa sebetulnya tujuan kami belajar. Nah, aku sekarang tahu buat apa aku belajar. Kalau dulu, “aku belajar supaya jadi orang pintar” sekarang “aku belajar supaya jadi orang hebat, HARAT :D”

Jumat, 14 Mei 2010

Gerak Melingkar


Gerak Melingkar


Gerak Vertikal dan Gerak Parabola

Gerak Vertikal merupakan contoh kasus gerak lurus berubah beraturan. Pada dasarnya gerak vertikal terdiri atas 3 jenis gerak, yaitu gerak vertikal ke bawah, gerak vertikal ke atas, dan gerak jatuh bebas.

Gerak Parabola adalah gerak yang lintasnnya berbentuk parabola.



GLB, dan GLBB

Gerak lurus beraturan adalah gerak dalam lintasan lurus dengan kecepatan atau laju tetap. Sebuah benda yang bergerak lurus beraturan akan menempuh jarak yang sama dalam selang waktu yang sama.



















Kinematika Gerak Lurus

Kinematika Gerak Lurus

A. Pengertian Gerak, Jarak, dan Perpindahan

1. Gerak
Dalam fisika, suatu benda dikatakan bergerak jika benda tersebut berubah posisi terhadap titik acuan tertentu.

2. Jarak dan Perpindahan
Perubahan posisi pada benda pada waktu tertentu disebut dengan perpindahan. Sedangkan panjang lintasan sebenarnya yang ditempuh oleh benda selama bergerak disebut jarak.

Jarak = | X akhir - X awal |

Perpindahan = X akhir - X awal


3. Laju, Kecepatan, dan Percepatan


1. Laju dan Kecepatan

Laju adalah jarak yang ditempuh benda tiap satuan waktu, sedangkan kecepatan adalah perpindahan benda tiap satuan waktu. Laju dan kecepatan dinyatakan dalam satuan seperti km/jam, mil/jam, m/s. Tetapi dalam satuan SI satuan laju dan kecepatan adalah m/s. Laju merupakan besaran skalar, sehingga selalu bernilai positif. Sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor, sehingga dapat bernilai positif atau negatif.



Kamis, 13 Mei 2010

Besaran, Satuan, dan Pengukuran

Dalam fisika, kita tidak akan lepas dari sesuatu yang disebut besaran, satuan, dan pengukuran.

A. Pengukuran Besaran Fisika

1. Pengukuran Panjang
Pengukuran panjang biasanya menggunakan alat :
a. Mistar
b. Jangka sorong
c. Mikrometer sekrup

2. Pengukuran Massa
Untuk mengukur besaran massa, kita dapat menggunakan timbangan atau neraca. Beberapa neraca atau timbangan yang seringkali digunakan untuk mengukur massa diantaranya seperti neraca pikulan, neraca pegas, neraca O-hauss dan neraca digital.

3. Pengukuran Waktu
Untuk mengukur besaran waktu, kita dapat menggunakan alat ukur seperti jam ta
ngan, jam dinding dan stopwatch.

B. Notasi Ilmiah dan Angka Penting

a. Notasi Ilmiah
Notasi ilmiah dituliskan sebagai bilangan di antara 1 dan 10 dikalikan dengan bilangan 10 berpangkat. Notasi ilmiah dapat dinyatakan sebagai berikut.

a x 10n


b. Angka Penting

Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari pembacaan skala alat ukur.

Berikut adalah aturan - aturan angka penting.

1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.

2. Angka nol di antara dua angka bukan nol adalah angka penting.

3. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol, bukan angka penting, kecuali jika ada tanda seperti garis bawah.

4. Angka nol disebelah kiri angka bukan nol.

C. Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Terdapat tujuh besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, intensitas cahaya dan jumlah zat.

Sedangkan, besaran turunan berjumlah sangat banyak, beberapa contohnya adalah luas, volume, massa jenis, kecepatan, energi, dan daya.

D. Konversi Satuan

Satuan - satuam dari besaran fisika dapat diubah (dikonversi) ke dalam satuan lain yang sejenis. Berikut ini konversi satuan panjang, massa, waktu, energi, dan daya.



















E. Dimensi Besaran Fisika
















F. Konsep Dasar Vektor

Pada umumnya besaran vektor dituliskan dengan huruf yang dicetak tebal dan huruf miring digunakan untuk menyatakan nilai skalarnya.



























Rabu, 21 April 2010

riset GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


  • Apa yang dimaksud dengan GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK ?

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan.

Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.

  • Ciri-ciri gelombang elektromagnetik :
    Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang elektromagnetik adalah sebagai berikut:

1. Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada tempat yang sama.

2. Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus terhadap arah rambat gelombang.

3. Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang transversal.

4. Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami peristiwa polarisasi karena termasuk gelombang transversal.

5. Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan magnetik medium yang ditempuhnya.

  • Berikut saya akan meriset tentang contoh penerapan gelombang elektromagnetik pada sinar-X.

Dulu, sekitar bulan maret 2009 yang lalu, saya mengalami kecelakaan. Ah .. begini ceritanya ..

Waktu itu, saya dan teman saya (sebut saja dia MELATI :D) baru pulang les, kebetulan saya dengan dia satu motor, akhirnya saya yang bawa motor, waktu bawa motor saya TIDAK KONSENTRASI ! dan akhirnya menabrak mobil (bagian belakang sebelah kiri). Saya sempat menghindar, tapi karena menghindarnya kearah kanan, kami jatuh ke kanan dengan kondisi motor yang gasnya masih jalan (sebut saja kami terseret -.-“). Setelah itu kami berdua dilarikan ke RS, di sana, kami diperiksa, diobati, dsb .. .. Nah, dokter bilang saya harus dirontgen, supaya melihat tulang bahu sebelah kanan ada yang patah atau tidak. Ternyata katanya hanya retak =.=

Waktu melihat alat rontgen saya bingung, “bagaimana sebenarnya cara kerja dari alat rontgen / sinar-X tersebut ?”. TETAPI !! sekarang saya sudah tahu :D berikut adalah cara kerja alat rontgen / sinar-X (riset saya) :

Sinar-X adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 picometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medikal dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya.

Sinar X di hasilkan apabila elektron bergerak pada kelajuan yang tinggi dan secara tiba-tiba berlaku perubahan dari segi kelajuan. Semua ini berlaku di dalam sebuah tiub x-ray. Di dalam sebuah tiub x-ray terdapat katod (-) yang merupakan sebuah filamen yang dipanaskan oleh tenaga elektrik. Pemanasan yang berlaku menyebabkan elektron dihasilkan dari filemen. Ini semua berlaku untuk persediaan elektron bagi di pecutkan untuk mendapatkan sinaran-X.

  • Sinar-x yang dihasilkan dengan tenaga 20-40 keV mempunyai panjang gelombang 10-7 cm dan sinar ini dikatakan sinar-x lembut (soft- rays).
  • Sinar-x yang dihasilkan dengan 40-125 keV mempunyai gelombang 10-8 cm. Sinar ini kerap digunakan untuk pemeriksaan x-ray diagnostik, manakala panjang gelombang yang lebih pendek lagi yang dihasilkan dengan tenaga 200-1000 keV digunakan dalam rawatan radioterapi yang lebih dalam (deep radiotheraphy). Sinar ini biasanya berukuran < 10-8 cm (hard rays).
 

Louisa Gusni Maygrecia Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template